Sub Kontraktor konstruksi di Cianjur

Cari & temukan Sub Kontraktor konstruksi terbaik & terpercaya di Cianjur
FILTER BY

Tour Type

Duration

Cianjur
PT. BALI PRANAWIDYA
Grade: K2
Asosiasi : GAPEKNAS
Cianjur
PT. MANGKI MERAH KREASI
Grade:
Asosiasi :
Showing 1 - 2 of 2

Sub Kontraktor konstruksi di Cianjur

Perusahaan Sub Kontraktor konstruksi di Cianjur merupakan sebuah jasa yang menawarkan usaha jasa konstruksi rumah yang terletak di Cianjur Indonesia. Cianjur juga merupakan kota metropolitan yang sangat ramai penduduknya. Jika bicara tentang Cianjur, tentu tidak terlepas dari bayangan infrastruktur – infrastruktur yang mumpuni yang ada di Cianjur. Tentu saja infrastruktur tersebut ada dengan campur tangan para kontraktor yang telah melaksanakan pembangunannya. Perusahaan Sub Kontraktor konstruksi Cianjur tidak jauh beda dengan kontraktor yang berasal dari daerah lain. Kontraktor merupakan pelaksana konstruksi baik pembangunan baru maupun renovasi dari yang lama. Perusahaan Sub Kontraktor konstruksi Cianjur ini bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan Jasa Sub Kontraktor konstruksi sesuai dengan kesepakatan kontrak dengan pihak pemberi kerja. Di Cianjur ada banyak sekali kontraktor yang tersebar di beberapa wilayah di Cianjur. di atas adalah daftar Perusahaan Sub Kontraktor konstruksi Cianjur (terutama kontraktor sipil) yang bisa menjadi rekomendasi terbaik

Cari juga di kota-kota di Cianjur:

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Pada umumnya penduduk kabupaten Cianjur, demikian juga di kecamatan Cianjur, merupakan suku Sunda, serta komuntas suku lainnya dari berbagai daerah di Indonesia, seperti suku Batak, Minangkabau, Bugis dan lainnya. Bahasa yang digunakan umumnya Sunda (dialek Priangan), selain dari bahasa resmi bahasa Indonesia.

Cianjur juga terkenal dengan manisan, beras yang wangi dan pulen dan juga makanan ringan lainnya, juga terkenal dengan tauco. Cianjur berhawa dingin disebelah utara dan sedang di sebelah selatan. Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor, di selatan dengan Samudra Hindia, di barat berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi, di timur dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Garut, dan di timur laut dengan Kabupaten Purwakarta.

Kecamatan Cianjur memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan sedang dari Juni hingga September dan curah hujan tinggi dari Oktober hingga Mei.

Cianjur pertama kali didirikan oleh Raden Aria Wira Tanu I dalam legenda masyarakat Cianjur, Kanjeng Dalem Aria Wira Tanu ini adalah Dalem (Bupati) petama sekaligus juga sebagai penyebar Agama Islam di Cianjur. Makam pendiri Cianjur saat ini sering dikunjungi oleh orang-orang baik dari dalam Kabupaten Cianjur maupun sekitarnya. Nama Cianjur berasal dari sungai Ci Anjur yang melintasi kecamatan Cianjur.

Kecamatan di Kabupaten Cianjur terdiri dari Sindangbarang, Cikadu, Sukaresmi, Pagelaran, Cilaku, Warungkondang, Mande, Karang Tengah, Pacet, Cikalong Kulon, Cidaun, Naringgul, Cibeber, Campaka, Ciranjang, Bojongpicung, Sukanagara, dan Tanggeung.

"Kecamatan Cianjur" atau "Cianjur kota" beralih ke halaman ini. Halaman ini berisi artikel tentang kecamatan sekaligus ibu kota dari Kabupaten Cianjur. Untuk kabupaten dengan nama yang sama, lihat Kabupaten Cianjur.

Artikel bertopik geografi atau tempat Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Cianjur (atau juga dikenal: Cianjur Kota; aksara Sunda : .mw-parser-output .script-sunda{font-family:"Noto Sans Sundanese","AB Gunung Jati","Sundanese Unicode 2013"}ᮎᮤᮃᮔ᮪ᮏᮥᮁ) adalah sebuah kecamatan sekaligus menjadi ibu kota kabupaten di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini juga terletak di kaki Gunung Gede.

Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Cianjur sebanyak 171.380 jiwa, dengan kepadatan 6.409 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Cianjur berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 97,03%, kemudian Kekristenan 2,12% dimana Protestan 1,65% dan Katolik 0,47%. Sebagian lagi menganut Buddha yakni 0,83%, Hindu 0,01 dan Konghucu 0,01%.