INDOKONTRAKTOR.comJAKARTA. Wabah virus corona (Covid-19) menekan angka penjualan sepeda motor di dalam negeri. Fenomena ini dijumpai pada penjualan sejumlah agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia pasca merebaknya virus corona di Indonesia.

Department Head of Sales & Marketing 2W PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), Yohan Yahya menyebutkan bahwa penjualan sepeda motor Suzuki masih menunjukkan tren yang normal pada minggu pertama dan kedua bulan Maret 2020 lalu.

Namun demikian, penjualan sepeda motor kemudian mulai mengalami penurunan di minggu ketiga seiring dengan intensitas penyebaran virus corona yang semakin marak di Indonesia.

Baca Juga: Produksi dan penjualan sepeda motor nasional bakal turun tahun ini

Seiring dengan adanya hal ini, penjualan sepeda motor di sepanjang bulan Maret 2020 turun sekitar 20% secara bulanan dibanding penjualan di bulan Februari tahun ini.

“Seharusnya bulan Maret berbanding Februari mengalami kenaikan, karena selain hari kerjanya lebih panjang, biasanya kondisi pasarnya juga meningkat,” ujar Yohan kepada Kontan.co.id pada Kamis (9/4).

Fenomena yang serupa juga dialami oleh PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Head & Sales Promotion KMI, Michael Chandra Tanadhi berujar penjualan sepeda motor Kawasaki di bulan Maret turun sekitar 20% dibandingkan rata-rata volume penjualan bulanan pada enam bulan terakhir.

Michael memperkirakan penurunan penjualan dapat berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Alasannya tidak lain karena melemahnya daya beli masyarakat serta semakin ketatnya pemberian persetujuan kredit pada perusahaan-perusahaan pembiayaan atawa leasing yang ada.

Asal tahu saja, penjualan dengan skema kredit berkontribusi sekitar 50% dalam total penjualan sepeda motor KMI. “Ke depannya penurunannya mungkin bisa di atas 50%,” tambah Michaek ketika dihubungi oleh Kontan.co.id pada Kamis (9/4).

Baca Juga: Ada corona, Suzuki buka peluang revisi target produksi