Perusahaan Jasa Konstruksi KAB. NUNUKAN : Kontraktor & Konsultan di KAB. NUNUKAN

FILTER BY

Tour Type

Duration

Kab. Nunukan
CV. DELAPAN SATU
Grade: K
Asosiasi : ASPEKNAS KONSTRUKSI MANDIRI (ASPEKNAS)
Kab. Nunukan
PT. DUTA KALTIM KONSULINDO
Grade: K
Asosiasi : Lembaga Sertifikasi INKINDO
Kab. Nunukan
CV. INDOPRIMA CONSTRUCTION
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. RIMBA CONSTRUCTION & SUPLIER
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. WESI AJI
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. AKQILA TUJUH TUJUH
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
PT. PATTIMPA UTAMA MANDIRI
Grade: M1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. BULUK JAYA
Grade: K
Asosiasi : Gamana Krida Bhakti (GAPENSI)
Kab. Nunukan
CV. NESADA MENUAI SENTOSA
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. KALTARA PRIMA
Grade: K
Asosiasi : Gamana Krida Bhakti (GAPENSI)
Kab. Nunukan
Koperasi KSU AMANAT KALTIM
Grade: K2
Asosiasi : GAPEKNAS
Kab. Nunukan
CV. HASTA KARYA UTAMA
Grade: K
Asosiasi : ASPEKNAS KONSTRUKSI MANDIRI (ASPEKNAS)
Kab. Nunukan
CV. TANAH JAYA
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. PUTRA ALL
Grade: K2
Asosiasi : GAPEKNAS
Kab. Nunukan
PT. AGUSINDO JAYA PERKASA
Grade: M1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. SEMARING CONSTRUCTION
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. REZKY BANGUN PERSADA
Grade: K1
Asosiasi : GAPENSI
Kab. Nunukan
CV. BERKAH AGUNG WIJAYA
Grade: K2
Asosiasi : GAPEKNAS
Showing 109 - 126 of 128

Tentang KAB. NUNUKAN

logo KAB. NUNUKAN

Kabupaten Nunukan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Kabupaten ini merupakan wilayah paling utara dari provinsi Kalimantan Utara. Ibu kota kabupaten terletak di kecamatan Nunukan. Kabupaten yang memiliki luas wilayah 14.247,50 km² dan jumlah penduduk sebanyak 227.467 jiwa pada akhir tahun 2024. Kabupaten ini mempunyai motto "Penekindidebaya" yang artinya "Membangun Daerah" yang berasal dari bahasa Tidung.

Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan kota Tawau, Malaysia. Bagi penduduk kota Nunukan yang hendak pergi ke Tawau diperlukan dokumen PLB (Pas Lintas Batas). Setiap hari rata-rata sekitar 8 unit kapal cepat dengan kapasitas kurang lebih 100 orang mondar-mandir antar Nunukan dengan Tawau, Malaysia.

Kabupaten Nunukan dibentuk dari hasil pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan saat masih berstatus sebagai wilayah Kalimantan Timur pada tahun 1999. Pembentukan kabupaten ini berdasarkan pertimbangan luas wilyah, peningkatan pembangunan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran Kabupaten Bulungan di pelopori oleh R.A. Besing yang pada saat itu menjabat sebagai bupati.

Pada tahun 1999, pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah dengan didasari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan dasar inilah dilakukan pemekaran pada Kabupaten Bulungan menjadi 2 kabupaten baru lainnya, yaitu Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.

Pemekaran Kabupaten ini secara hukum diatur dalam UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999. Dengan dasar UU Nomor 47 tahun 1999 tersebut Nunukan resmi menjadi kabupaten dengan 5 wilayah administratif, yakni:

Pada tahun 2003 terjadi tragedi kemanusiaan besar-besaran di Nunukan ketika para pekerja gelap asal Indonesia yang bekerja di Malaysia dideportasi kembali ke Indonesia lewat Nunukan. Sejak tahun 2012, kabupaten ini merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Utara, seiring dengan pemekaran provinsi baru tersebut dari provinsi Kalimantan Timur.

Bupati yang menjabat di kabupaten Nunukan saat ini ialah Irwan Sabri, didampingi wakil bupati Hermanus. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Nunukan 2024. Presiden Prabowo Subianto melantik mereka pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka Jakarta. Bupati dan wakil bupati sebelumnya dijabat oleh Asmin Laura Hafid dan Hanafiah.

DPRD Nunukan beranggotakan 25 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Nunukan terdiri dari 1 Ketua dan 2 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik dengan jumlah kursi terbanyak. Anggota DPRD Nunukan yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 11 Agustus 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Nunukan, Candra Nurendra Adiyana, S.H., di Gedung DPRD Nunukan. Komposisi anggota DPRD Nunukan periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana Partai Hanura merupakan pemilik kursi terbanyak yaitu 7 kursi.

Kabupaten Nunukan terdiri dari 21 kecamatan, 8 kelurahan, dan 232 desa. Pada tahun 2020, jumlah penduduknya mencapai 199.090 jiwa dengan luas wilayah 14.247,50 km² dan sebaran penduduk 14 jiwa/km².

Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan kota Tawau, Malaysia. Bagi penduduk kota Nunukan yang hendak pergi ke Tawau diperlukan dokumen PLB (Pas Lintas Batas). Setiap hari rata-rata sekitar 8 unit kapal cepat dengan kapasitas kurang lebih 100 orang mondar-mandir antar Nunukan dengan Tawau, Malaysia.

Peta KAB. NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA