Perusahaan Jasa Konstruksi KAB. NIAS BARAT : Kontraktor & Konsultan di KAB. NIAS BARAT

FILTER BY

Tour Type

Duration

Kab. Nias Barat
PUTRA MORO'O
Grade: K
Asosiasi : Gamana Krida Bhakti (GAPENSI)
Kab. Nias Barat
BINTANG BARU
Grade: K
Asosiasi : Gamana Krida Bhakti (GAPENSI)
Kab. Nias Barat
BINTANG AEKHULA
Grade: K
Asosiasi : Gamana Krida Bhakti (GAPENSI)
Kab. Nias Barat
BEST WIMBO MANDIRI
Grade: K
Asosiasi : Gamana Krida Bhakti (GAPENSI)
Kab. Nias Barat
DAWIO PERKASA
Grade: K
Asosiasi : ASPEKNAS KONSTRUKSI MANDIRI (ASPEKNAS)
Kab. Nias Barat
CIPTA CERIA
Grade: K
Asosiasi : ASPEKNAS KONSTRUKSI MANDIRI (ASPEKNAS)
Kab. Nias Barat
AHAR KONSTRUKSI
Grade: K
Asosiasi : ASPEKNAS KONSTRUKSI MANDIRI (ASPEKNAS)
Kab. Nias Barat
PASMAN AEKHULA KONSTRUKSI
Grade: K
Asosiasi : ASPEKNAS KONSTRUKSI MANDIRI (ASPEKNAS)
Kab. Nias Barat
CV. KARYA MAJU
Grade:
Asosiasi :
Kab. Nias Barat
CV. BERKAT MURNI
Grade:
Asosiasi :
Kab. Nias Barat
Kab. Nias Barat
CV. SHAREN
Grade: K2
Asosiasi : AKSI
Kab. Nias Barat
CV. CERMIN 2002
Grade: K1
Asosiasi : AKSI
Kab. Nias Barat
PT. TUNAS HARAPAN NIAS
Grade:
Asosiasi :
Kab. Nias Barat
CV. ORAHU
Grade: K1
Asosiasi : ASPEKNAS
Kab. Nias Barat
CV. PUTRA JAYA AEKHULA
Grade: K1
Asosiasi : AKBARINDO
Kab. Nias Barat
CV. PRIBUMI ABDI
Grade: K
Asosiasi : ASPEKNAS KONSTRUKSI MANDIRI (ASPEKNAS)
Kab. Nias Barat
CV. JACKY
Grade: K1
Asosiasi : AKSI
indokontraktor.com loader
Showing 1 - 18 of 35

Tentang KAB. NIAS BARAT

logo KAB. NIAS BARAT

Kabupaten Nias Barat adalah kabupaten di bagian barat Pulau Nias, Sumatera Utara, Indonesia. Berdasarkan Undang Undang Noomor 46 Tahun 2008, Kabupaten Nias Barat berdiri pada tanggl 26 November 2008. Kemudian, kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, H. Mardiyanto, pada 26 Mei 2009, sebagai salah satu hasil pemekaran dari Kabupaten Nias.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nias Barat tahun 2021, penduduk kabupaten ini pada tahun 2020 berjumlah 89.994 jiwa dengan kepadatan penduduk 173 jiwa/km2, dan pada pertengahan tahun 2023 berjumlah 97.633 jiwa.

Kabupaten Nias Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Nias berdasarkan UU Nomor 46 Tahun 2008 Kabupaten Nias Barat terdiri dari 8 kecamatan. Selain itu, wilayah Kabupaten Nias Barat terbagi menjadi105 desa. Nias Barat menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) pada masa Bupati Nias Binahati B. Baeha dan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Mardiyanto meresmikan Nias Barat menjadi DOB, Selasa (26/05/2009), sekaligus melantik Faduhusi Daeli sebagai Penjabat Bupati (Pj) Nias Barat. Setelah 18 bulan Faduhusi Daeli mengundurkan diri sebagai Penjabat Bupati Nias Barat oleh karena menjadi calon bupati Nias Barat definitif. Roda pemerintahan, kemudian, dijalankan oleh Pelaksana Tugas Bupati Nias Barat Drs. Sudirman Waruwu.

Pada 2 Februari 2011 untuk pertama kalinya, Nias Barat melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada). Ada tiga pasangan calon, yakni: Faduhusi Daeli-Sinar Abdi Gulö (FASIA), Yupiter Gulö-Raradödö Daeli (PIRA), dan Adrianus Aroziduhu Gulö dan Hermit Hia (AARO’ÖHE). Pasangan calon yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat definitif adalah Adrianus Aroziduhu Gulö dan Hermit Hia. Mereka dilantik oleh Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara pada 13 April 2011.

Kabupaten Nias Barat terdiri dari 8 kecamatan dan 105 desa dengan luas wilayah mencapai 473,73 km² dan jumlah penduduk sekitar 92.154 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 194 jiwa/km².

Potensi pariwisata di Kabupaten Nias Barat sangat besar terutama karena langsung berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah barat kabupaten ini. Nias Barat memiliki andalan pariwisata kepulauan yakni kepulauan Hinako yang terdiri atas delapan pulau-pulau kecil yang indah antara lain:

Delapan pulau ini terletak di Kecamatan Sirombu Nias Barat. Pulau-pulau kecil ini memiliki pantai berpasir putih, terumbu karang, dan perkebunan kelapa masyarakat. Pulau Asu dan Pulau Bawa sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk kegiatan surfing (berselancar) dan diving (penyelaman) karena memiliki ombak yang tinggi dan terumbu karang yang banyak. Pulau-pulau ini masih terjaga karena pada umumnya sangat minim penghuni bahkan ada yang tidak berpenghuni sama sekali seperti Pulau Hamutala, Pulau Heruanga dan Pulau Langu.

Peta KAB. NIAS BARAT