
Dua faktor pemicu yang seret Wall Street ke zona merah menjadi berita terpopuler di kanal Market Binsis.com pada hari Rabu (10/4/2019).
Bursa saham Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Selasa (9/4/2019).
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 190,44 poin atau 0,72% ke level 26.150,58, sedangkan indeks Standard & Poorās 500 kehilangan 17,57 poin atau 0,61% ke 2.878,2, dan Nasdaq Composite turun 44,61 poin atau 0,56% ke 7.909,28.
Tercatat ada 2 faktor pemicunya. Baca selengkapnya di sini.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akan melakukan sejumlah pengembangan guna meningkatkan kinerja perseroan tahun ini.
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan bahwa perseroan terus berfokus melakukan sejumlah pengembangan dari lini bisnis aviasi maupun non-aviasi.
Baca selengkapnya di sini.
Saham PT Meta Epsi Tbk. bergerak menguat 160 poin atau 50% pada pembukaan perdagangan perdananya, Rabu (10/4/2019).
Berdasarkan pantauan melalui Bloomberg, harga saham emiten berkode MTPS langsung melesat 160 poin ke level Rp480. Posisi itu menguat 50% dari Rp320 per saham.
Baca selengkapnya di sini.
Sejumlah emiten yang bergerak di sektor konstruksi dan infrastruktur turut berburu cuan dari proyek energi melalui investasi yang diyakini menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT PP (Persero) Tbk. M. Aprindy menjelaskan bahwa dana yang disiapkan tahun ini untuk investasi di sektor energi sekitar Rp3,3 triliun.
Baca selengkapnya di sini.
Absennya sektor perbankan dalam konstituen Jakarta Islamic Index atau JII menjadi faktor utama sulitnya indeks ini mengungguli kinerja IHSG tahun ini dan cenderung menampilkan performa terendah dibandingkan indeks lainnya.
Hingga Selasa (9/4/2019), kinerja JII tercatat sebesar 3,46% ytd, underperform terhadap IHSG yang tumbuh 4,68%. Meskipun masih tumbuh positif, tetapi kinerja indeks ini merupakan salah satu yang terendah tahun ini.
Baca selengkapnya di sini.






