Prospek Saham PPRE Usai PP Presisi Kantongi Tiga Kontrak Baru Senilai Rp1,2 Triliun

PP Presisi (PPRE) memperoleh tiga kontrak baru di sektor pertambangan dan konstruksi dengan total nilai mencapai Rp1,2 triliun menjelang tutup tahun 2025.

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan harga saham emiten konstruksi bangunan PT PP Presisi Tbk. (PPRE) terpantau terus menguat bahkan melesat dalam 6 bulan terakhir dan sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2025.

Sejumlah aksi korporasi dan ekspansi yang telah dilakukan serta raihan berbagai kontrak baru sepanjang tahun ini turut menjadi sentimen positif yang membuat harga saham PPRE terpantau terus melesat.

Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PPRE sepanjang perdagangan hari ini, Selasa (30/12/2025) hingga pukul 10.21 WIB bergerak di kisaran Rp136—Rp178 per saham, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp1,75 triliun.

Dibuka dengan harga Rp140 per lembar, hingga pukul 10.21 WIB saham PPRE bertengger di level Rp173 per lembar. Dengan posisi tersebut, harga saham PPRE tercatat melesat 111 poin atau 179,03% (YtD) dan tercatat meningkat 115 poin atau 198,28% dalam 6 bulan terakhir.

Adapun, PP Presisi memperoleh tiga kontrak baru secara konsolidasian dengan total nilai mencapai Rp1,2 triliun menjelang tutup tahun 2025 ini.

Ketiga kontrak tersebut mencakup proyek jasa pertambangan di Halmahera dengan nilai kontrak senilai Rp602 miliar yang merupakan pekerjaan tambah atas proyek eksisting. Hal ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari pemilik proyek terhadap PPRE.

Kemudian, PPRE juga memperoleh kontrak proyek pembangunan jalan nasional Jantho—Keumala Seksi 3 di Aceh dengan nilai kontrak senilai Rp252 miliar, serta proyek coal processing plant & overland conveyor system di Kalimantan Timur dengan nilai kontrak senilai Rp335 miliar yang dilaksanakan melalui anak usaha PPRE.

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk., Rizki Dianugrah mengungkapkan bahwa capaian kontrak tersebut menjadi penegasan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat portofolio proyek di sektor pertambangan dan konstruksi.

Pencapaian tersebut juga mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh, baik dari pemilik proyek eksisting maupun owner baru terhadap kompetensi dan kapabilitas PPRE dalam menangani proyek jasa pertambangan dan konstruksi berskala nasional.

ā€œPerolehan tiga kontrak baru menjelang akhir tahun ini merupakan bukti kepercayaan pemilik proyek eksisting maupun owner baru terhadap PPRE,ā€ kata Rizki dalam keterangan tertulis di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/12/2025).

Menurut Rizki, capaian itu sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi terkemuka di Indonesia. Dengan dukungan sumber daya yang mumpuni, armada alat berat, serta penerapan tata kelola K3 dan lingkungan yang berstandar tinggi, imbuhnya, PPRE optimis dapat menyelesaikan proyek tepat waktu dengan kualitas yang excellent.

Rizki menyebut, melalui perolehan kontrak baru ini, PPRE semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis di sektor pertambangan dan konstruksi nasional. ā€œKe depan, PPRE berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi terintegrasi yang profesional dan inovatif, tetap mengutamakan prinsip ESG guna mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,ā€ tuturnya.