Total (TOTL) Siap Tambah 10 Bisnis Baru, Bidik Proyek IKN hingga Jalan Tol

PT Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) menambah 10 lini bisnis baru untuk mendukung proyek IKN dan jalan tol, dengan fokus pada diversifikasi dan stabilitas keuangan.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) berencana menambah 10 lini bisnis baru hingga tenaga kerja seiring dengan prospek industri konstruksi yang didorong belanja pemerintah untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan jalan tol.

Berdasarkan keterbukaan informasi, dikutip Jumat (26/9/2025), TOTL melakukan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) tersebut karena melihat peran strategis industri konstruksi seiring pesatnya modernisasi dan tuntutan pembangunan infrastruktur berskala besar seperti IKN.

Adapun, kegiatan usaha yang akan ditambah antara lain, Konstruksi Sentral Telekomunikasi; Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air; Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan; Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi; dan Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan.

Selain itu, Konstruksi Bangunan Sipil Panas Bumi; Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olahraga; Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya; Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri Lainnya; dan Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya.

Hasil analisis atas aspek pasar, menunjukkan bahwa industri konstruksi di Indonesia adalah sektor vital yang berkontribusi lebih dari 10% PDB nasional, didorong oleh belanja pemerintah untuk proyek infrastruktur strategis seperti IKN dan jalan tol, serta investasi sektor swasta dan adopsi teknologi digital.

Adapun, pasar ini diproyeksikan tumbuh stabil dengan nilai mencapai US$305,48 miliar pada 2025 dan CAGR 7,50% hingga 2030.

Meskipun prospeknya kuat, industri ini menghadapi tantangan signifikan berupa fluktuasi harga material (semen, baja), kekurangan tenaga kerja terampil, dan dominasi BUMN dalam perolehan proyek, sehingga perusahaan swasta perlu fokus pada diversifikasi portofolio dan strategi kehati-hatian untuk menjaga stabilitas keuangan.

Hasil analisis atas aspek teknis menunjukkan bahwa penambahan KBLI baru ini masih merupakan lini bisnis konstruksi yang menjadi kegiatan utama TOTL. Secara proses bisnis, produk dan layanan yang diberikan tidak ada perbedaan.

TOTL disebut memiliki keunggulan kompetitif dalam kegiatan usaha di bidang konstruksi, sehingga yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.

Sementara, hasil analisis atas aspek keuangan dari perhitungan net present value (NPV) dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11,73% menunjukkan bahwa nilai NPV dengan proyeksi aliran kas bersih selama 5,5 tahun adalah sebesar Rp267.377.592.000.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Internal Rate of Return (IRR) adalah 31,33% lebih besar daripada tingkat diskonto sebesar 11,73%. Berdasarkan perhitungan Payback Period penambahan KBLI baru membutuhkan waktu 4 tahun untuk mengembalikan investasi. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diketahui bahwa nilai PI dari investasi dan rencana pengembangan tersebut adalah 3,49.

TOTL juga berencana menambah karyawan baru yang memiliki kompetensi di bidangnya untuk menjalankan Penambahan KBLI Baru. Saat ini, karyawan perusahaan sebanyak 505 orang, dengan 72 orang di antaranya memiliki Sertifikasi Kompentensi Kerja (SKK).

Adapun, TOTL akan meminta persetujuan penambahan kegiatan usaha ini kepada pemegang saham melalui RUPSLB pada 3 November 2025.