Dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/D), pelaksanaan konstruksi pembangunan gedung negara bisa berupa pembangunan baru, perluasan, lanjutanΒ pembangunan bangunan gedung yang belum selesai, dan/atau pembangunan dalam rangka perawatan (rehabilitasi, renovasi, dan restorasi) termasuk perbaikan sebagian atau seluruh bangunan gedung.Β Meskipun pada dasarnya pelaksanaan konstruksi harus dilaksanakan oleh tenaga ahli, namun sistem pengelolaan anggaran mengharuskan siapapun dengan latar belakang apapun dan dari K/L/PD manapun dapat menerima tanggung jawab pelaksanaan konstruksi pembangunan gedung negara dengan didampingi oleh Penanggungjawab Teknis dari Kementerian/Dinas Pekerjaan Umum. Oleh karenanya pada tanggal 15 oktober 2018, Kementerian PUPR telah mengundangkan Peraturan Menteri Nomor 22/PRT/M/2018 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara sebagai pengganti Peraturan Menteri Nomor 45/PRT/M/2007.
Peraturan MenteriΒ ini dimaksudkanΒ sebagai petunjuk pelaksanaan Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:
Untuk Perbedaan dengan Permen sebelumnya dan Matrik PermenΒ Β PUPR No. 22 Tahun 2018 ini akan kami sampaikan lebih lanjut nantinya.
Peraturan MenteriΒ ini dimaksudkanΒ sebagai petunjuk pelaksanaan Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:
- MewujudkanΒ Bangunan Gedung NegaraΒ yangΒ sesuai dengan fungsinya;Β
- Memenuhi persyaratanΒ keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, efisien dalam penggunaan sumber daya, serasi dan selaras denganΒ lingkungannya; dan
- Mewujudkan penyelenggaraanΒ Bangunan Gedung Negara yang tertib, efektif, dan efisien.Β
Untuk mengunduh Permen PUPR No. 2 Tahun 2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara, silahkan klik link berikut ini (Peraturan Menteri Nomor 22/PRT/M/2018).
Sumber:https://www.pengadaan.web.id/2018/11/permen-pupr-no-22-tahun-2018-tentang-pembangunan-bangunan-gedung-negara.html
