
Wijaya Karya (WIKA) raih kontrak baru Rp17,43 triliun di 2025, fokus infrastruktur dan bangunan. Target 2026 lebih dari Rp20 triliun, optimis prospek solid.
Bisnis.com, JAKARTA ā PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) membukukan kontrak baru sebesar Rp17,43 triliun sepanjang 2025. Sebagian besar kontrak tersebut berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung.
Adapun segmen energy & industrial plant (EPCC), industri penunjang konstruksi, properti, dan investasi turut memperkuat diversifikasi portofolio.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyatakan capaian ini merupakan hasil dari transformasi perseroan yang kini lebih menitikberatkan pada keunggulan eksekusi proyek serta pengelolaan risiko yang disiplin.
āPerolehan kontrak ini menunjukkan kepercayaan pemangku kepentingan yang terus terjaga,ā ucap Agung dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
Sepanjang 2025, WIKA terlibat dalam sejumlah proyek strategis nasional (PSN) bagi konektivitas dan ketahanan pangan, di antaranya adalah kelanjutan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Proyek Akses Tol Patimban Paket 2 guna memperlancar arus logistik nasional.
Selain itu, WIKA memperkuat portofolio di bidang ketahanan air melalui Proyek Pengendalian Banjir Merauke dan jaringan irigasi di Sumatera Utara. Di sektor energi, WIKA menggarap Pembangunan Pipa Transmisi Gas segmen SKG Belawan ā Stasiun Labuhan Batu yang mendukung hilirisasi industri nasional.
WIKA juga mendukung pemerataan akses sosial melalui program sekolah rakyat di Kalimantan Barat dan fasilitas kesehatan di RS Sardjito, Yogyakarta.
Memasuki 2026, manajemen WIKA optimistis prospek kontrak baru tetap solid. Fokus pemerintah pada keberlanjutan infrastruktur, hilirisasi, dan penguatan konektivitas nasional diprediksi akan terus membuka peluang pasar bagi perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) nasional.
Perseroan juga menargetkan nilai kontrak baru lebih dari Rp20 triliun pada 2026, atau naik dari perkiraan realisasi tahun ini yakni Rp17 triliun. Target ini sejalan dengan strategi transformasi perusahaan pada tahun depan.
āTarget nilai kontrak baru di tahun 2026 sudah kami tetapkan, akan lebih besar dibandingkan dengan 2025, yakni di atas Rp20 triliun,ā ujar Agung.






