Kontrak Lump Sum
Kontrak lump sum menetapkan harga total pekerjaan untuk ruang lingkup yang telah didefinisikan dengan jelas, sehingga risiko kenaikan biaya pelaksanaan umumnya berada di pihak penyedia kecuali terjadi peristiwa force majeure atau perubahan lingkup resmi.
Model ini cocok untuk paket dengan gambar dan spesifikasi matang dan risiko galian yang dapat diantisipasi. Pengguna jasa mendapat prediktabilitas anggaran jika perubahan desain minimal.
Dalam praktik konstruksi, lump sum menuntut Bill of Quantity dan gambar yang konsisten. Setiap perubahan desain harus melalui mekanisme change order dengan harga tercatat.
Jika lingkup pekerjaan tidak lengkap, lump sum dapat memicu klaim tambah karena interpretasi spek; oleh karena itu due diligence desain sebelum tender sangat menentukan keberhasilan.






